PRAKTIK NIKAH MUT’AH OLEH
GOLONGAN SYIAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF UNDANGUNDANG
PERKAWINAN.
Penelitian ini berjudul “Praktik Nikah Mut’ah Oleh Golongan Syiah Di
Indonesia Dalam Perspektif Undang-Undang Perkawinan”. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan antara Mazhab Ja’fari yang
memperbolehkan nikah mut’ah dengan ketentuan hukum nasional Indonesia yang
melarangnya. Perbedaan tersebut menimbulkan persoalan hukum dan sosial dalam
masyarakat, terutama terkait status hukum, hak, serta kewajiban pasangan yang
melangsungkan nikah mut’ah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum nikah mut’ah
menurut Mazhab Ja’far Ash-Shadiq, memahami implikasinya terhadap hak dan
kewajiban pasangan, serta meninjau kedudukannya dalam hukum perkawinan di
Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif-komparatif dan jenis penelitian normatif, dengan menelaah sumber-sumber
hukum Islam serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Mazhab Ja’far Ash-Shadiq,
nikah mut’ah diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan,
seperti adanya ijab qabul, mahar, dan batas waktu yang disepakati bersama. Sedangkan
menurut hukum nasional Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1
Tahun 1974 Tentang Perkawinan pada Pasal 1, nikah mut’ah tidak diakui karena
bertentangan dengan asas keabadian dan tujuan perkawinan yang bersifat kekal. Oleh
karena itu, pelaksanaan nikah mut’ah di Indonesia tidak memiliki kekuatan hukum dan
berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan, terutama bagi perempuan dan
anak.
| 127/HK/2025 | 127/HK/2025 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2025
Deskripsi Fisik
x,88 hal; 28 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain