ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA UIN JAKARTA TERHADAP PERLINDUNGAN EKONOMI BERDASARKAN FATWA MUI NOMOR 1 TAHUN 2003 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA FILM DI PLATFORM TELEGRAM.
Maraknya praktik pembajakan film melalui Telegram menimbulkan persoalan hukum dan sosial di kalangan mahasiswa. Meskipun mengetahui bahwa tindakan tersebut melanggar Undang-Undang Hak Cipta, banyak mahasiswa tetap menonton film bajakan karena akses yang mudah, cepat, dan gratis serta menganggap bahwa pelanggaran ini bukan kejahatan serius. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan hukum dengan perilaku hukum mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku hukum mahasiswa, yaitu faktor sosial, ekonomi, dan literasi hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa perilaku hukum mahasiswa belum sejalan dengan prinsip kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum dalam perlindungan hak cipta. Selaras dengan temuan tersebut, dibutuhkan peningkatan literasi digital, edukasi hukum, serta penguatan pengawasan platform untuk menekan praktik pembajakan di lingkungan mahasiswa.
| 117/HES/202 | 117/HES/202 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2025
Deskripsi Fisik
ix, 121 hal; 28 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain