Akurasi Aplikasi Android Miqat dan Metode Bayang-bayang Matahari dalam Menentukan Arah Kiblat Masjid-masjid di Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi
Skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan algoritma fitur arah kiblat yang terdapat pada aplikasi Android Miqat karya Samer Joudi serta menganalisis akurasi dari fitur tersebut dengan melakukan komparasi dengan metode rashdul kiblat harian yang termasuk ke dalam golongan metode penentuan arah kiblat ilmiah alamiah terhadap beberapa masjid yang terdapat di Kecamatan Tarumajaya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil observasi langsung mengenai akurasi aplikasi Android Miqat dan komparasinya dengan metode rashdul kiblat harian dalam menentukan arah kiblat terhadap beberapa masjid yang terdapat di Kecamatan Tarumajaya, wawancara dengan DKM/pengurus masjid, serta dokumen-dokumen yang membahas tentang arah kiblat dan aplikasi Miqat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi lapangan dan studi pustaka.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat empat unsur yang diperlukan untuk menentukan arah kiblat dengan aplikasi Miqat. Pertama, menggunakan GPS (Global Positioning System), agar aplikasi dapat memberikan data koordinat berupa Lintang, Bujur, serta waktu yang digunakan untuk menentukan posisi pengguna. Kedua, menggunakan kompas untuk mendapatkan medan arah magnet bumi dengan menunjukkan arah kutub utara dan arah kutub selatan. Ketiga, sensor magnetometer untuk mengukur kekuatan magnet. Keempat, orientasi 3D untuk mengetahui posisi dan arah dalam ruang tiga dimensi. Keempat unsur ini dibutuhkan untuk mengetahui berapa derajat ke arah utara atau selatan arah kiblat berada. Oleh karena itu, dibutuhkan koneksi internet yang bagus serta cuaca yang stabil.
Metode bayang-bayang matahari harian atau rashdul kiblat harian termasuk ke dalam metode penentuan ilmiah alamiah yang mana dalam menentukan arah kiblat dengan metode ini diharuskan untuk menghitung secara ilmiah untuk mencari tahu pada pukul berapa fenomena rashdul kiblat terjadi, setelahnya dilakukan pengukuran secara alamiah dengan memanfaatkan bayang- bayang matahari mengarah ke kiblat. Data yang dibutuhkan untuk menghitung kapan peristiwa bayang-bayang matahari terjadi diantaranya sudut arah kiblat, Lintang tempat, deklinasi matahari, serta equation of time. Metode ini terbilang akurat jika perhitungan dan pengukuran dilakukan secara benar
Hasil komparasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penunjuk arah kiblat yang terdapat pada aplikasi Android Miqat karya Samer Joudi dengan metode bayang-bayang matahari sehingga menyebabkan terdapatnya selisih yang berkisar 0,1 sampai dengan 0,52 dalam menunjukkan arah kiblat dari 5 sampel masjid yang terdapat di Kecamatan Tarumajaya untuk fitur kiblat 3D. Hasil ini masih terbilang akurat menurut akurasi ketelitian Slamet Hambali. Sedangkan
v
untuk fitur peta kiblat kisaran perbedaan mencapai 0º29’. Hasil ini masih terbilang akurat, namun sudah mendekati kurang akurat menurut akurasi ketelitian Slamet Hambali. Akurasi penunjuk arah kiblat yang terdapat aplikasi Miqat terbilang tinggi, dengan demikian aplikasi ini dapat direkomendasikan untuk menentukan arah kiblat dengan catatan adanya dukungan dari cuaca dan koneksi internet, sebab tanpa adanya koneksi internet dan juga sistem lokasi, maka aplikasi ini tidak dapat digunakan.
| 14/HK /2026 | 14/HK /2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,
Skripsi
Deskripsi Fisik
xvii;274 hal; 28 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain