PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK PELAKU PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DI KEPOLISIAN RESOR METRO JAKARTA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversi terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada tahap penyidikan di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, serta untuk menilai kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan anak dan keadilan restoratif di dalam sistem peradilan pidana anak. Permasalahan yang dikaji mencakup bagaimana mekanisme penerapan diversi dilakukan oleh penyidik, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan diversi, serta sejauh mana penerapan tersebut mampu menyeimbangkan kepentingan penegakan hukum, perlindungan korban, dan kepentingan terbaik bagi anak.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris yang menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum, serta penelitian lapangan melalui wawancara dengan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), anak pelaku, keluarga korban, dan pihak terkait lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teori perlindungan hukum, teori keadilan restoratif (restorative justice), serta konsep diskresi penyidik dalam sistem peradilan pidana anak untuk menilai kesesuaian antara norma hukum dan praktik pelaksanaannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diversi telah diupayakan sejak tahap awal penyidikan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh persetujuan korban, budaya hukum masyarakat yang masih berorientasi pada pemidanaan, serta keterbatasan teknis dan administratif aparat penegak hukum. Pada perkara pencurian dengan pemberatan, diversi cenderung menghadapi resistensi karena dianggap sebagai kejahatan yang menimbulkan kerugian nyata, sehingga proses musyawarah tidak selalu mencapai kesepakatan. Meskipun demikian, ketika diversi berhasil dilaksanakan, mekanisme tersebut terbukti lebih mampu memberikan pemulihan, tanggung jawab, dan pembinaan bagi anak tanpa mengabaikan kepentingan korban. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa gambaran empiris mengenai implementasi diversi di tingkat kepolisian serta rekomendasi praktis untuk mengoptimalkan penerapan keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia.
| 18/IH/2026 | 18/IH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2026
Deskripsi Fisik
ix, 71 hal; 28 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain