Pelindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak Cipta Merchandise
Dalam Penjualan Unoffical Merchandise Band Dewa 19 Dalam Penjualan Unoffcial Merchandise
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin maraknya peredaran unofficial merchandise band Dewa 19 yang memanfaatkan elemen visual seperti logo, desain grafis, dan ilustrasi album tanpa persetujuan pemegang hak cipta. Praktik tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan industri musik serta sektor ekonomi kreatif.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menelaah bentuk pelindungan hukum yang diperoleh pemegang hak cipta, sekaligus mengkaji pengaturan mengenai lisensi dan royalti dalam kegiatan penjualan merchandise. Adapun metode yang diterapkan adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan mencakup bahan hukum primer maupun sekunder, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan landasan teori pelindungan hukum dan teori kepastian hukum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelindungan hukum bagi pemegang hak cipta pada dasarnya telah diakomodasi melalui ketentuan umum yang mencakup aspek preventif dan represif, seperti larangan penggunaan tanpa izin, mekanisme gugatan perdata, serta penerapan sanksi pidana. Namun demikian, ketiadaan pengaturan yang secara khusus mengatur merchandise menimbulkan adanya kekosongan hukum. Di sisi lain, pengaturan mengenai lisensi dan royalti memang telah tersedia secara normatif, tetapi belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum karena belum adanya standar khusus terkait besaran royalti untuk merchandise.
| 51/IH2026 | 51/IH2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,
2026
Deskripsi Fisik
ix,82 hal; 25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain