Selamat datang di
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ketik kata kunci dan enter

“DINASTI POLITIK DAN NEPOTISME DALAM KONTESTASI PILPRES 2024 PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH”.

No image available for this title
Penelitian ini menganalisis persistensi dan eskalasi dinasti politik dalam
sistem demokrasi Indonesia yang telah berakar sejak era kepemimpinan Soekarno
hingga Joko Widodo. Fenomena ini memicu kekhawatiran serius terhadap kualitas
demokrasi, karena menciptakan proses kontestasi yang asimetris dan membuka
peluang besar bagi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan (abuso di potere).
Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menyoroti bagaimana

instrumen hukum, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-
XXI/2023, menjadi titik krusial yang menunjukkan kerentanan lembaga yudikatif

terhadap pengaruh relasi kekeluargaan elit politik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan institusi negara dan partai
politik dalam kontestasi Pilpres 2024 memperlihatkan adanya indikasi praktik
dinasti politik dan nepotisme, terutama melalui putusan Mahkamah Konstitusi
mengenai syarat usia calon wakil presiden yang menimbulkan polemik conflict of
interest. Selain itu, dukungan elite partai politik terhadap kandidat yang memiliki
hubungan keluarga dengan penguasa menunjukkan adanya pengaruh kekuasaan elit
dalam proses demokrasi. Dalam perspektif fikih siyasah, praktik tersebut dinilai
belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip siyasah dusturiyah yang menekankan
keadilan (al-‘adalah), kesetaraan (al-musāwā), amanah, dan prinsip kemaslahatan
umat. Dinasti politik dan nepotisme berpotensi melemahkan sistem meritokrasi
serta membuka peluang penyalahgunaan kekuasaan yang bertentangan dengan
prinsip good governance dan nilai-nilai demokrasi dalam Islam.
Penelitian ini menegaskan bahwa tanpa adanya reformasi struktural pada
partai politik dan regulasi yang secara eksplisit memutus rantai reproduksi
kekuasaan primitif, perkembangan demokrasi yang sehat di Indonesia akan sulit
diwujudkan. Kesimpulannya, dinasti politik bukan sekadar fenomena regenerasi
biasa, melainkan ancaman sistemik terhadap prinsip kesetaraan dalam negara
hukum.
Ketersediaan
38/HTN/202638/HTN/2026Perpustakaan FSH Lantai 4Tersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

38/HTN/2026

Penerbit

Fakultas Syariah dan Hukum : UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,

Deskripsi Fisik

ix,88 hal; 25 cm

Bahasa

Indonesia

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

38/HTN/2026

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Share :


Chat Pustakawan