Tradisi Nadran Pada Masyarakat Subang: Perspektif Imam Syafi‟i (Studi Kasus Di Wilayah Subang Kec Blanakan
Penelitian ini membahas tradisi Nadran di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut dan permohonan keselamatan bagi para nelayan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Nadran serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum Islam menurut pemikiran Imam al-Syafi‘i.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris melalui wawancara dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan meninjau tradisi Nadran menggunakan konsep „urf dan prinsip tauhid dalam mazhab Syafi‘i.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadran memiliki nilai positif berupa rasa syukur, solidaritas sosial, dan pelestarian budaya. Unsur seperti doa bersama dan sedekah dapat diterima sebagai „urf shahih, sedangkan praktik yang mengandung keyakinan kepada selain Allah SWT bertentangan dengan prinsip tauhid. Oleh karena itu, tradisi Nadran dapat dilestarikan sepanjang pelaksanaannya disesuaikan dengan ajaran syariat Islam.
| 51/PMH/2026 | 51/PMH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,
2026
Deskripsi Fisik
x;94 hal; 25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain