Selamat datang di
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ketik kata kunci dan enter

Perlindungan Hak Anak Tidak Beridentitas (Stateless) Akibat Pernikahan Sirri Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

No image available for this title
Studi ini mengkaji permasalahan anak tidak beridentitas (stateless) yang lahir
dari pernikahan sirri Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, suatu fenomena
yang melibatkan interaksi kompleks antara faktor hukum, administratif, dan sosial.
Hak anak atas identitas merupakan hak mendasar yang dijamin oleh Konvensi Hak
Anak (Convention on the Rights of the Child) Pasal 7 dan Pasal 8, Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta berbagai instrumen hukum
nasional Indonesia. Namun dalam kenyataan lapangan, ribuan anak Pekerja Migran
Indonesia di Malaysia tumbuh tanpa dokumen identitas yang sah karena orang
tuanya menikah secara sirri dan berstatus undocumented. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data primer
diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung selama satu bulan (Agustus–
September 2025) di Sanggar Bimbingan Wiradamai, Selangor, Malaysia. Data
sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan nasional Indonesia, hukum
Malaysia, dan instrumen hukum internasional.
Hasil penelitian menemukan dua hal pokok. Pertama, faktor penyebab anak
stateless bersifat struktural dan sistemik, meliputi: status imigrasi orang tua yang
tidak sah (undocumented); tingginya praktik pernikahan sirri akibat keterbatasan
dokumen administratif dan ketakutan akan deportasi; perbedaan asas
kewarganegaraan antara Indonesia (ius sanguinis) dan Malaysia (ius soli) yang
menciptakan celah perlindungan; hambatan dalam pencatatan kelahiran; lemahnya
koordinasi kelembagaan; serta faktor ekonomi dan rendahnya kesadaran hukum PMI.
Temuan empiris di Sanggar Bimbingan Wiradamai menunjukkan bahwa dari 55
siswa per Mei 2026, hanya 10 anak yang memiliki akta kelahiran resmi. Kedua,
meskipun Indonesia memiliki kerangka regulasi yang relatif progresif,
implementasinya menghadapi kesenjangan yang nyata antara das sollen dan das sein.
Tidak ada mekanisme teknis khusus yang mengatur pengurusan identitas anak dari
pernikahan sirri di luar negeri, dan penanganan kasus masih bersifat reaktif serta
tidak sistematis.
Ketersediaan
95/HK/202695/HK/2026Perpustakaan FSH Lantai 4Tersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

95/HK/2026

Penerbit

Fakultas Syariah dan Hukum : UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,

Deskripsi Fisik

xv,91 hal;25 cm

Bahasa

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

95/HK/2026

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Share :


Chat Pustakawan