PEMBATALAN PERKAWINAN ATAS KONDISI IMPOTENSI SUAMI DALAM TINJAUAN TEORI MAS̱LAH̱AH DAN KEADILAN GENDER
(Studi Putusan 1184/Pdt.G/2025/PA.Btl)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menolak permohonan pembatalan perkawinan pada Putusan Nomor 1184/Pdt.G/2025/PA. Btl. Perkara ini bermula dari permohonan istri yang mengajukan pembatalan perkawinan karena suami menyembunyikan kondisi impotensi yang telah dideritannya jauh sebelum perkawinan dilangsungkan.
Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif dengan analisis dokumen putusan dan library research dengan melakukan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan, buku-buku, jurnal yang berkaitan dengan judul skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukan bahwa putusan hakim lebih berfokus pada formal tekstual karena tanpa mempertimbangkan secara optimal aspek kemaslahatan dan perlindungan hak perempuan. Temuan ini menunjukan pentingnya penafsiran yang lebih subtantif terhadap unsur salah sangka dalam perkara pembatalan perkawinan akibat impotensi yang disembunyikan sebelum perkawinan. Dari perspektif mas̱laẖah, kondisi tersebut dapa mengahambat tercapainya tujuan perkawinan, khususnya hifẓ al-nasl, sedangkan dari perspektif gender, kondisi tersebut berpontensi merugikan hak perempuan untuk memberikan persetujuan yang didasarkan pada informasi yang jujur dan menyeluruh.
| 77/HK/2026 | 77/HK/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2026
Deskripsi Fisik
xiii, 72 hal;25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain