Analisis Sadd ad-Dzari’ah terhadap Praktik Ta’zim kepada Guru di Pondok Pesantren Baitul Qurro Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya praktik ta’zim kepada guru sebagai bagian dari tradisi pendidikan pesantren yang bertujuan membentuk adab, akhlak, dan penghormatan kepada guru. Namun, dalam praktiknya, ta’zim berpotensi menimbulkan penyimpangan apabila dilakukan secara berlebihan sehingga mengarah pada mafsadah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk praktik ta’zim yang diterapkan di Pondok Pesantren Baitul Qurro Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif sadd ad-dzari’ah dalam hukum Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pengurus, ustadz, dan santri Pondok Pesantren Baitul Qurro, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan pesantren, ta’zim, dan sadd ad-dzari’ah. Seluruh data dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan teori sadd ad-dzari’ah untuk menilai apakah praktik ta’zim yang ditemukan merupakan sarana (dzari‘ah) yang mengantarkan kepada kemaslahatan atau berpotensi mengarah pada mafsadah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ta’zim di Pondok Pesantren Baitul Qurro diwujudkan dalam bentuk mencium tangan guru, berbicara dengan sopan, meminta izin, menjaga adab ketika berinteraksi, mematuhi tata tertib pesantren, serta menghormati guru tanpa menempatkannya pada kedudukan yang bertentangan dengan prinsip syariat. Berdasarkan analisis sadd ad-dzari’ah, praktik-praktik tersebut tidak termasuk sarana yang mengantarkan kepada mafsadah, melainkan tetap berada dalam koridor penghormatan yang dibenarkan syariat karena bertujuan menumbuhkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan kepada guru. Penelitian ini
v
menyimpulkan bahwa penerapan sadd ad-dzari’ah berfungsi sebagai instrumen preventif untuk menjaga agar praktik ta’zim tetap mengarah kepada kemaslahatan serta mencegah berkembangnya bentuk penghormatan yang berlebihan sehingga berpotensi menimbulkan penyimpangan dari nilai-nilai ajaran Islam.
| 71/PMH/2026 | 71/PMH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
.,
2026
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain