Pemenuhan Hak dan Kewajiban Istri Terpidana Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Keluarga Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak dan kewajiban narapidana yang berstatus istri dalam menjaga keharmonisan keluarga dan menjalankan tanggung jawab pernikahan disertai faktor yang menghambat pemenuhannya, dan kondisi keluarga setelah istri menjadi narapidana menurut hukum Islam dan Hukum Positif.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 15 (lima belas) narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta yang berstatus istri karena merupakan pihak yang secara langsung mengalami perubahan pemenuhan hak dan kewajiban akibat pemidanaan dengan kriteria beragama islam untuk menjaga kesesuaian dengan teori Analisis berdasarkan perspektif Hukum Islam, Hukum Positif Indonesia, dan teori Family Resilience Froma Walsh untuk menilai ketahanan keluarga dalam menghadapi tekanan akibat pemidanaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar istri tetap menjalankan kewajiban mereka secara emosional dan spiritual, termasuk menghormati suami, serta menjaga komunikasi dengan keluarga. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan akses komunikasi, tekanan psikologis, kendala ekonomi, ketidakhadiran suami dalam memberikan nafkah materi dan tidak terlaksananya hak narapidana dalam mendapatkan izin cuti mengunjungi keluarga. Penelitian menekankan pentingnya ketahanan keluarga, komunikasi efektif, dan dukungan moral sebagai kunci menjaga keharmonisan rumah tangga meskipun istri berada di lembaga pemasyarakatan.
| 13/MHK/2026 | 13/MHK/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UINSYRIFIDAYATULLAHJAKARTA.,
2026
Deskripsi Fisik
xx,140 hal; 25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain