Status Hukum Anak Hasil Perkawinan Antara Pengungsi Dengan Warga Negara Indonesia (Studi Kasus Pengngsi Di Ciputat)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum sebagai anak sah yang lahir dari perkawinan antara Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Pengungsi serta implikasi hukumnya dalam aspek identitas hukum dan kewarganegaraan anak tersebut terhadap pemenuhan hak-hak dasar anak melalui peraturan yang ada. Namun, perkawinan yang telah sah secara agama antara Pengungsi dengan WNI justru tidak dapat dicatatkan secara resmi akibat status Pengungsi yang tidak memiliki dokumen keimigrasian dan kewarganegaraan yang diakui, sehingga anak yang lahir berpotensi kehilangan kepastian identitas hukum dan berisiko mengalami kondisi tanpa kewarganegaraan (statelessness).
Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris yang dilakukan secara kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Data yang digunakan dalam penelitian terdiri atas data peraturan, yaitu bahan hukum terkait perkawinan campuran, kewarganegaraan, dan administrasi kependudukan, serta data pengalaman yang diperoleh dari hasil wawancara semi-terstruktur. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status hukum anak hasil perkawinan antara Warga Negara Indonesia dengan pengungsi dapat dipastikan pengakuan status kewarganegaraannya melalui jalur ibu. Dalam praktiknya, anak tersebut belum memiliki akta kelahiran karena orang tuanya belum menempuh proses penerbitan akta kelahiran anak sampai tuntas sehingga pemenuhan hak-hak dasar anak menjadi tertunda.
| 93/IH/2026 | 93/IH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2026
Deskripsi Fisik
ix,82 hal; 28 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain