Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Eksploitasi Seksual Sebagai Rangkaian Perdagangan Orang Ditinjau Dari Perspektif Viktimologi Kritis (Studi Putusan Nomor 11/Pid.Sus-
Anak/2025/PN.Ktp)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan normatif perlindungan
hukum bagi anak korban eksploitasi seksual sebagai rangkaian tindak pidana
perdagangan orang, serta mengevaluasi penerapan perlindungan tersebut dalam Putusan
Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2025/PN.Ktp ditinjau dari perspektif viktimologi kritis.
Rumusan masalah yang dikaji meliputi bagaimana tinjauan umum tindak pidana
eksploitasi seksual terhadap anak, bentuk dan pemenuhan perlindungan hukum bagi
anak korban dalam putusan tersebut di dalam norma hukum, serta bagaimana pandangan
viktimologi kritis mengenai putusan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis dengan pendekatan
perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach).
Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen (library research) yang
mencakup bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan terkait serta
Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2025/PN.Ktp, bahan hukum sekunder berupa
peraturan pelaksana, literatur, dan hasil wawancara dengan pihak terkait. Analisis data
menggunakan metode deskriptif yang menguraikan serta menafsirkan fakta dan
ketentuan hukum guna menjawab permasalahan penelitian. Penelitian didasarkan
dengan teori perlindungan hukum John Locke dan Philipus M Hadjon, serta Viktimologi
Kritis pemikiran Mawby dan Walklate.
Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi anak korban eksploitasi
seksual sebagai rangkaian perdagangan orang dalam Putusan Nomor 11/Pid.Sus-
Anak/2025/PN.Ktp dengan perspektif viktimologi kritis. Hasil penelitian menunjukkan
secara normatif hak korban telah diatur lengkap, namun dalam putusan pemenuhan hak
pemulihan belum terakomodasi secara maksimal dan hanya dilaksanakan lembaga
terkait di luar putusan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian perlindungan
anak serta penerapan viktimologi kritis dalam analisis putusan peradilan. Secara praktis,
penelitian ini memberikan masukan agar aparat penegak hukum lebih berinisiatif
memfasilitasi pemenuhan hak korban demi penegakan hukum yang berpihak pada
pemulihan hak korban
| 104/IH/2026 | 104/IH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hdayatullah Jakarta.,
2026
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain