Analisis Kepemilikan dan Pengelolaan
Pertambangan Nikel dalam Perspektif Fikih Tambang (Studi di PT Weda
Bay Nickel)
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pengelolaan nikel di PT
Weda Bay Nickel (WBN) dengan prinsip fikih tambang integratif. Fokus
kajian mencakup: (1) status kepemilikan nikel dalam perspektif Al-
Mawardi dan Taqiyuddin An-Nabhani; (2) mekanisme bagi hasil dan
struktur kepemilikan dalam perspektif Teori Kontrak Islam dan Etika
Ekonomi Islam; serta (3) dampak sosial-ekologis dalam perspektif
Maqashid Syari'ah dan Al-Hisbah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-normatif dengan metode
studi kasus dan kajian kepustakaan. Data primer berupa UU No. 3/2020,
Kontrak Karya WBN beserta amandemennya, dan laporan dampak
lingkungan. Analisis dilakukan dengan kerangka integratif Maqashid
Syari'ah, Etika Ekonomi Islam, Teori Kontrak, dan Al-Hisbah.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) nikel di WBN diperlakukan sebagai
komoditas privat yang dikuasai konsorsium asing (Tsingshan 51,3%,
Eramet 37,8%), bertentangan dengan prinsip al-milkiyyah al-'ammah;
negara gagal menjalankan fungsi kepemimpinan (al-Imamah); (2)
mekanisme bagi hasil Pasal 129 UU No. 3/2020 mengandung unsur gharar
dan bertentangan dengan prinsip keadilan distributif; (3) deforestasi,
pencemaran air, dan kontaminasi logam berat pada warga melanggar hifz
al-nafs dan hifz al-bi'ah; fungsi Al-Hisbah belum efektif akibat fragmentasi
kewenangan dan pengawasan reaktif. Dengan kaidah dar'ul mafasid awla
min jalbi al-mashalih, kebijakan yang mengorbankan lingkungan dan
kesehatan rakyat demi keuntungan ekonomi tidak dapat dibenarkan secara
syariah.
Tidak ada salinan data
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UIN Syarif Hidayatullah Jakart.,
2026
Deskripsi Fisik
xviii, 186 hal; 25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain