Penanganan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak Di Bawah Umur Pada Kepolisian Resor Kota Tangerang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai upaya yang dilakukan oleh Polresta Tangerang dalam menangani tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagai salah satu bentuk kejahatan seksual terhadap anak. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis berbagai kendala yang dihadapi oleh Polresta Tangerang dalam melaksanakan penanganan tindak pidana tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan studi kasus (case study). Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang dan dokumen kasus persetubuhan terhadap anak, serta wawancara dengan ketua RT selaku masyarakat. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui berbagai peraturan perundang-undangan, buku, skripsi, jurnal, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maupun website resmi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polresta Tangerang telah melakukan penanganan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan kerjasama dengan beberapa instansi terkait. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui proses penyelidikan, penyidikan, penangkapan pelaku, memberikan pendampingan khusus kepada korban, hingga penggunaan teknologi untuk menangkap para pelaku. Meskipun demikian, dalam pelaksanaan penanganannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan jumlah personel penyidik, kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, budaya masyarakat, dan korban yang sulit untuk memberikan keterangan.
| 148/IH/2026 | 148/IH/2026 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah dan Hukum :
UINSYRIFIDAYATULLAHJAKARTA.,
2026
Deskripsi Fisik
x,83 hal; 25 cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain