PEMENUHAN NAFKAH OLEH SUAMI DALAM
HUKUM KELUARGA DI INDONESIA DAN BRUNEI
DARUSSALAM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hukum keluarga di
Indonesia dan Brunei Darussalam mengenai Konsep Nafkah bagi Suami menurut
Undang-undang yang berlaku yang ada di kedua negara ini, yakni Negara Indonesia
dan Brunei dengan membandingkan dengan cara menggunakan metode
perbandingan vertikal dan perbandingan horizontal dengan madzhab fiqih.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian komparatif dengan menggunakan
pendekatan normatif dan library research dengan melakukan pengkajian terhadap
peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan kitab-kitab fikih yang berkaitan
dengan tema studi ini.
Studi ini menunjukkan bahwa bagi suami tidak mampu melaksanakan hak dan
kewajiban sebagai suami kepada isteri dan anaknya selama tiga bulan berturutturut,
maka isteri boleh menuntut suaminya ke Pengadilan Agama untuk
menceraikan suaminya, yang tertera pada Undang-undang No 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan. Lain hal dengan di Brunei Darussalam apabila suami tidak
mampu atau mempunyai tunggakan nafkah, maka isteri boleh dituntut sebagai suatu
hutang, yang tertera di dalam Perintah Darurat (Undang-undang Hukum Keluarga
Islam Brunei Tahun 1999).
| 81/TH/2020 | 81/TH/2020 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
FAK Syariah dan Hukum UIN Jakarta :
UIN Jakarta.,
2020
Deskripsi Fisik
ix, 70 Hal
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain