Selamat datang di
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ketik kata kunci dan enter

IMPLEMENTASI PEMIKIRAN ZAINUDDIN AL-MALIBARI TERHADAP PRAKTIK QADHA DAN FIDYAH SHALAT DI MASYARAKAT KELURAHAN CIBADAK KECAMATAN TANAH SAREAL KOTA BOGOR

No image available for this title
Shalat adalah suatu kewajiban yang sama sekali tidak boleh ditinggalkan
oleh setiap orang Islam yang sudah baligh, berakal dan normal (tidak gila) sesuai
dengan kemampuanya. Begitu pentingnya shalat, sehingga kewajiban untuk
mengerjakan shalat lima waktu tidak terbatas pada saat badan sehat, sakit, perang
ataupun bepergian.
Namun seiring dengan perkembangan zaman yang juga berpengaruh
dalam problematika kehidupan manusia, maka perihal shalat pun tidak lepas dari
berbagai problematika, yaitu adanya dispensasi shalat untuk orang sakit yang
tidak dapat mengerjakannya. Demikian juga dengan orang yang masih memiliki
tanggungan shalat, ada keringan untuk mengqadha atau membayar fidyah.
Dalam al-Quran dan hadist tidak ada satupun dalil yang membahas
terhadap fidyah shalat, sedangkan dalam hadist dijelaskan tentang adanya
penggantian shalat atau mengqadha shalat yang disebabkan karna lalai atau
tertidur, sehingga masih terdapat perdebatan di kalangan masyarakat. Berbeda
dengan fidyah Puasa yang dalilnya tertera dalam al-qur’an sehingga tidak lagi ada
perdebatan dalam pelaksanaannya.
Imam Zainuddiin al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in berpendapat
shalat yang telah ditinggalkan oleh orang yang wafat (mayit) maka shalat tersebut
tidak bisa diqadha dan dibayarkan fidyah, namun ada juga yang berpendapat
bahwa shalatnya harus diqadha oleh orang lain, baik si mayit berwasiat maupun
tidak. Namun dalam prakteknya di masyarakat Cibadak bagi si mayit yang
memiliki tanggungan shalat maka digantikan dengan melaksanakan fidyah.
Adapun metode penelitian yang digunakan penulis dengan menggunakan
jenis penelitian kualitatif yaitu cara menuliskan, mereduksi dan menyajikan datadata.
Jenis data primer yang berasal dari wawancara, observasi yang dilakukan di
kampung Cibadak Tanah Sareal. Data sekunder yang didapat dari buku-buku,
artikel, dokumen. Data tersier yang mendukung dalam penulis skripsi ini.
Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada tokoh
masyarakat dan seseorang yang menunaikan fidyah. Selanjutnya menganalisis
data dengan menggunkan metode deskriptif analisis dalam bentuk narasi sehingga
menjadi kalimat yang jelas dan dapat difahami.
Adapun kesimpulan dari skripsi ini adalah pelaksanaan fidyah shalat yang
dilaksanakan di masyarakat Cibadak adalah tidak sepenuhnya menggantikan
shalat yang telah ditinggalkan si mayit namun hanya sebagai penambah pahala
dan penambal ibadah shalat yang tidak sempurna. Dengan demikian bahwa
apabila mayit masih memiliki tanggungan shalat semasa hidupnya maka tidak
dapat digantikan dengan membayar fidyah untuk menggantikan shalatnya. Hal ini
juga sejalan dengan pendapat Zainuddin al-malibari dalam kitab Fathul Mu’in.
Ketersediaan
02/PMH/201602/PMH/2016Perpustakaan FSH Lantai 4Tersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

-

Penerbit

FAK Syariah dan Hukum UIN Jakarta : UIN Jakarta.,

Deskripsi Fisik

xi, 66 Hal

Bahasa

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

NONE

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Subyek

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Share :


Chat Pustakawan