FENOMENA PERNIKAHAN USIA MUDA DI MASYARAKAT MADURA
(Studi Kasus di Desa Serabi Barat Kecamatan Modung,
Kabupaten Bangkalan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena pernikahan usia muda
di masyarakat Madura (Studi Kasus di Desa Serabi Barat Kecamatan Modung,
Kabupaten Bangkalan), Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat melakukan
pernikahan usia muda dan dampak apa yang dirasakan pasangan yang melakuka
pernikahan usia muda.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
lapangan. Sifat penelitiannya bersifat deskriptif-analitik. Sumber data yang
digunakan ialah sumber data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan
pelaku pernikahan usia muda, sumber data sekunder yang diperoleh dari bukubuku
dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian dan sumber data
tersier. Dan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Penelitian ini meghasilkan beberapa temuan diantaranya ialah kebiasaan
masyarakat Desa Serabi Barat yang banyak melakukan pernikahan usia muda
yang dilakukan secara sirri (tidak di daftarkan ke KUA) dengan alasan proses
yang harus dilalui terlalu berbelit-belit dan biaya yang harus dikeluarkan dianggap
teralu mahal (Rp. 500.000). Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat
melakukan pernikahan usia muda adalah faktor tradisi (budaya), pendidikan,
perjodohan dan faktor ekonomi. Dampak yang terjadi bagi pasangan yang
menikah usia muda ialah sering terjadi pertengkaran walaupun tidak sampai
bercerai, hamil usia muda, banyak anak dan kurangnya rasa tanggug jawab dari
pihak suami.
| 10/PMH/2016 | 10/PMH/2016 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
FAK Syariah dan Hukum UIN Jakarta :
UIN Jakarta.,
2016
Deskripsi Fisik
xi, 109 Hal
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain