Transformasi Tradisional Ke Digital: Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Mahar Dengan Pemanfaatan Google Adsense
Di era modern saat ini, kita dapat menyaksikan berbagai fenomena terkait mahar yang semakin berkembang. Fenomena ini dipicu oleh kemajuan teknologi seiring dengan perubahan zaman. Pada masa lalu, mahar umumnya berbentuk benda konkret seperti emas, uang tunai, atau seperangkat alat shalat, bahkan ada yang berupa jasa seperti pengajaran Al-Qur'an. Namun, saat ini, bentuk mahar telah mengalami diversifikasi yang signifikan, termasuk penggunaan platform digital seperti Google AdSense sebagai mahar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang syariat Islam, khususnya terkait dengan hukum pernikahan, serta untuk menambah wawasan mengenai perkembangan ekonomi digital, terutama mengenai penerapan Google AdSense sebagai mahar dari perspektif syariat Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode ini melibatkan pemaparan analisis hukum mengenai mahar dengan merujuk pada ketentuan dan syarat mahar yang ditetapkan oleh ulama dan kitab-kitab fiqih, serta analisis mengenai cara kerja Google AdSense yang dapat menghasilkan nilai ekonomi digital.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Google AdSense sebagai mahar adalah sah dan diperbolehkan karena mengandung nilai ekonomi yang relevan. Selain itu, syariat Islam tidak menetapkan bentuk atau syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh mahar, sehingga segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi atau dapat diuangkan diperbolehkan untuk dijadikan sebagai mahar.
| 11/PMH/2024 | 11/PMH/2024 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2024
Deskripsi Fisik
xv, 87 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain