Studi Komparatif Fatwa Mui Dan Dar Al-Ifta Al- Mishiriyyah Tentang Virus Corona (Covid-19)
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terbentuknya Fatwa MUI no 14 tahun 2020 dan Fatwa Dār al-Iftā al-miṣhiriyyah no: 4993 (17/03/2020) dan untuk mengetahui landasan-landasan yang digunakan oleh Majelis Ulama Indonesia Dan Dār al-Iftā al-miṣhiriyyah dalam menetapkan fatwa terkait Virus Corona (COVID-19)
Penelitian ini merupakan upaya mengkomparasikan fatwa mengenai Virus Corona (COVID-19) antara fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Dār al-Iftā al-Miṣhiriyyah. Penelitian ini menggunakan metodologi library research dengan analisis komparatif dan Content analisys dalam membandingkan fatwa yang menjadi objek kajian penulisan ini. Hal tersebut dimaksudkan untuk menunjukan pemahaman terhadap dinamika hasil keputusan hukum bisa berbeda pada objek yang sama.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perbedaan mulai dari format fatwa hingga istinbat hukum. Pada fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 14 Tahun 2020 tampak lebih fleksibel dan masih ada toleransi, sehingga penyelenggaraan ibadah umat Islam dapat dipetakan ke dalam dua kondisi, yakni kondisi terkendali dan tidak terkendali. Sementara pada Fatwa Dār al-Iftā al-Miṣhiriyyah Nomor: 4993,17 Maret 2020 lebih tegas dan berani untuk membatasi segala bentuk pelaksanaan ibadah secara berjamaah di masjid secara menyeluruh. Perbedaan hasil fatwa dari dua lembaga tersebut didasari oleh latar belakang lembaga yang berbeda dan penemuan ‘ilat hukum pada permasalahan Covid-19 ini.
| 109/PMH/2023 | 109/PMH/2023 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2023
Deskripsi Fisik
xiii, 78 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain