Implikasi Maslahah Mursalah Terhadap Hak Asuh Ayah Kepada Anak Yang Belum Mumayyiz Pasca Perceraian (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 356/K/Ag/2014)
Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertimbangan hakim agung dalam kasus penjatuhan anak yang belum mumayyiz diberikan kepada ayah pada putusan nomor perkara 356/K/Ag/2014, dan selanjutnya untuk menganalisis implikasi maslahah mursalah dalam penetapan Mahkamah Agung tersebut. Dalam ketentuan Kompilasi Hukum Islam Pasal 105 ayat (a) adalah pemeliharaan seorang anak yang belum mumayyiz atau masih belum berumur 7 tahun merupakan hak ibunya, jadi dalam hal ini keputusan tersebut tampak terjadi kontroversi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan hukum normatif dan sumber datanya terdiri dari putusan-putusan, buku, jurnal, dan internet yang tentunya berkaitan dengan judul penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim agung membenarkan putusan yang dilakukan pada tingkat banding karena alasan yang bersifat penghargaan atas sebuah fakta yang diperoleh selama persidangan dan teridentifikasi adanya sebuah bentuk kemaslahatan yang ditujukan kepada seorang anak yang belum mumayyiz yang dampaknya tidak hanya kepada anak, melainkan kepada keluarga dan masyarakat umum juga
| 126/PMH/2023 | 126/PMH/2023 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2023
Deskripsi Fisik
ix, 80 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain