Keseteraan Gender Dalam Adat Perkawinan Meraiq Di Ntb
Studi ini untuk mengetahui bagaimana hak – hak perempuan serta konsep tradisi merariq dalam adat perkawinan suku sasak.studi penting dilakukan karena, pertama adanya ketimpangan sosial dalam hubungan antara laki – laki dan perempuan, kedua eksistensi perempuan sering kali hanya dianggap sebatas konco wingking dan diperparah lagi dengan adanya doktrin yang ditanamkan sejak dini, bahwa laki – laki terlihat perkasa dan jantan ketika mampu membawa atau menculik anak gadis dari orang tuanya.
skripsi ini menggunakan metode analisis - kualitatif yang dengan cara pengumpulan data, memaparkan suatu peristiwa atau pemikiran dan berusaha untuk menguraikan secara terartur konsepsi tentang ke unikan adat Merariq dalam perkawinan adat di NTB serta konflik dan dampak. Tujuan metode ini adalah untuk mendapatkan gambaran ideal tradisi merariq yang selama ini timpang baik dalam pemahaman dan pelaksanaan, khususnya yang terkait dengan persoalan ini hak – hak perempuan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat suku Sasak mengalami perubahan dalam pelaksanaan Adat dan nilai – nilai leluhur. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya data – data survey dan hasil wawancara dengan Tokoh Adat dan Tokoh Agama yang menunjukan terjadinya angka Perkawinan dini, Pelecehan Seksual, Penculikan dan lain – lain. Serta hasil wawancara dengan Masyarakat suku Sasak menggambarkan kehidupan rumah tangga yang berdampak negatif terutama menurut syari‟at Islam yaitu tidak terciptanya kehidupan rumah tangga yang Sakinnah, Mawaddah, Warrahmah.
| 40/HK/2016 | 40/HK/2016 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2016
Deskripsi Fisik
x, 95 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain