Selamat datang di
Perpustakaan Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ketik kata kunci dan enter

Perkawinan Poligami Pada Masyarakat Betawi (Studi Di Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat)

No image available for this title
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola pendistribusian
hak dan kewajiban dalam perkawinan poligami, bagaimana pelaksanaan praktik
poligami di Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres, bagaimana pola pengasuhan
anak dalam perkawinan poligami, bagaimana legalitas status anak hasil poligami
di Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres.
Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris sosiologi
dengan melakukan pendekatan secara kualitatif. Penelitian ini juga dapat di
kategorikan sebagai penelitian lapangan (field research), dan merupakan
kelanjutan dari penelitian deskriptif bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan
mengapa dan bagaimana hal itu terjadi. Kriteria data yang didapatkan berupa data
primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka.
Penelitian ini menyimpulkan masih terdapat pasangan suami isteri dalam
masyarakat Betawi di Kelurahan Kamal yang melakukan perkawinan poligami
secara tidak resmi atau bawah tangan, maka dapat di nyatakan masyarakat Betawi
yang berada di Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres, kurangnya kesadaran dan
pemahaman hukum di masyarakat, masih banyak diantara masyarakat di
Kelurahan Kamal yang belum menyadari dan memahami sepenuhnya betapa
pentingnya pencatatan perkawinan, yakni proses dokumentasi atas perbuatan
hukum perkawinan sehingga kemudian akan memberikan perlindungan hukum
bagi suami isteri yang bersangkutan beserta anak turunannya di kemudian hari.
Rendahnya tingkat pendidikan yang dipelajari masyarakat yang ada di Kelurahan
Kamal, yang mana para pelaku nikah dibawah tangan atau yang tidak tercatatkan
kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang bersekolah hanya sampai
Sekolah Dasar (SD) walaupun ada yang sampai keperguruan tinggi dan jumlahnya
tidak lebih besar dari SD. Mereka tidak begitu megetahui betapa pentingnya
pencatatan perkawinan, karena pendidikannya kurang, Setiap anak berhak
mendapatkan hak nya seperti identitas diri, yang dimaksud dengan identitas diri
dalam penelitian ini adalah setiap anak berhak mendapatkan legalitas dalam
pemasukan didalam Kartu Keluarga dengan kedua orangtua kandungnya, tetapi
yang penulis temui dari anak hasil perkawinan poligami di Kelurahan Kamal
banyak yang dimasukkan kedalam Kartu Keluarga yang sudah ada atau
dimasukkan kedalam Kartu Keluarga dari isteri pertamanya disebabkan
perkawinan yang kedua ini tanpa adanya pencatatan Negara.
Ketersediaan
23/HK/201823/HK/018Perpustakaan FSH Lantai 4Tersedia
Informasi Detil
Judul Seri

-

No. Panggil

23/HK/018

Penerbit

Fakultas Syariah UIN Jakarta : Jakarta.,

Deskripsi Fisik

x, 69 hal, 29cm

Bahasa

ISBN/ISSN

-

Klasifikasi

23/HK/018

Informasi Detil
Tipe Isi

-

Tipe Media

-

Tipe Pembawa

-

Edisi

-

Subyek

-

Info Detil Spesifik

-

Pernyataan Tanggungjawab
Tidak tersedia versi lain

Share :


Chat Pustakawan