Pengaruh Stratifikasi Sosial Terhadap Praktek Boka Perkawinan Di Masyarakat
Razak - Personal Name
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana takaran nilai boka atau papolo
masyarakat adat Buton yang mempunyai stratifikasi sosial tinggi dan ingin malaksanakan
upacara perkawinan. Masyarakat yang strata sosialnya tinggi maka nilai boka atau papolo nya
akan tinggi juga, bahwasanya keturunan kaomu harus menikahi kaomu, keturunan walaka
menikahi walaka. Oleh karena itu, Praktek mahar perkawinan di masyarakat Buton tergantung
bagaimana stratifikasi sosial pada masyarakat Buton. Pada penelitian ini penulis melakukan
penelitian langsung turun ke lapangan melakukan wawancara terhadap para toko adat Buton dan
juga sumber pustaka sebagai tumpuan utamanya, ini digunakan agar dapat melakukan efesiensi
dalam penelitian dan memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang diperlukan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang langsung
turun ke lapangan (field research) melakukan wawancara terhadap para tokoh adat Buton dan
juga sumber pustaka sebagai tumpuan utamanya yang berkaitan dengan pembahasan skripsi ini.
Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan antropologis.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah praktek boka di masyarakat
Buton dari dulu sampai sekarang masih tetap berlaku dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Toko adat dan masyarakat Buton masih memberlakukan adat boka jika melaksanakan upacara
perkawinan. Nilai atau nominal boka masih tetap sama nilainya dari zaman dulu sampai sekarang
ini yang berubah itu adalah nilai tukarnya karena alat-alat perlengkapan perkawinan dulu dan
sekarang sangatlah berbedah. Oleh karena itu, kedua bela pihak mempelai laki-laki dan
perempuan bisa melakukan negosiasi.
| 27/HK/2018 | 27/HK/2018 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2018
Deskripsi Fisik
x, 69 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain