Praktik Kawin Gantung Di Desa Cipaeh Serdang Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan sebab terjadinya kawin gantung di
Desa Cipaeh Serdang, pandangan masyarakat setempat terhadap kawin gantung,
dan proses pelaksanaan kawin gantung. Desa Cipaeh Serdang Kecamatan Gunung
Kaler yang merupakan daerah pedesaan dengan mayoritas penduduknya
melangsungkan perkawinan pada usia dini dimana masalah mental,dan kesiapan
yang tidak begitu diperhatikan desa ini memiliki tradisi kawin gantung yang
sampai sekarang belum hilang dan masih dipertahankan oleh masyarakat disana
walaupun banyak pertentangan dan perdebatan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian sosiologis-empiris harus
dilakukan dilapangan dengan menggunakan metode dan penelitian teknik
lapangan. Peneliti mengadakan kunjungan kepada masyarakat dan berkomunikasi
dengan masyarakat.
Faktor yang paling mendasar terjadinya kawin gantung ialah tradisi turun
temurun dari nenek moyang yang memang mengharuskan anak mereka untuk
melakukannya, kemudian pandangan masyarakat terhadap kawin gantung
sebenarnya mereka tidak setuju dengan kawin gantung namun karena adanya
tradisi yang harus memaksakan mereka untuk melakukan perkawinan gantung dan
mereka juga akan takut apabila tidak melakukannya mereka takut akan terjadi hal
yang tidak diinginkan pada anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukan
bahwa proses pelaksanaan perkawinan gantung dilakukan sesuai dengan syariat
Islam rukun dan syaratanya terpenuhi hanya saja perkawinannya tidak dicatat di
KUA karena usia mereka yang masih dibawah umur,
| 32/HK/2018 | 32/HK/2018 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2018
Deskripsi Fisik
viii, 53 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain