Perceraian Di Kalngan Migran Wanita (Studi Kasus Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu)
Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong
terjadinya perceraian yang dilakukan oleh pekerja migran wanita di Desa Tenajar
Kecamatan Kertasemaya dan mengetahui bagaimana praktik perceraian di
kalangan pekerja migran wanita di Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research),
dan merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif-kualitatif menganalisis dengan cara menguraikan dan mendeskripsikan
hasil wawancara yang diperoleh, sehingga didapat suatu kesimpulan obyektif,
logis, konsisten, dan sistematis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan sosiologi empiris. Teknik pengumpulan data
menggunakan simple random sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya
perceraian di kalangan pekerja migran wanita Desa Tenajar adalah disebabkan
oleh 5 faktor diantaranya ekonomi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah
tangga dan suami seorang penjudi. Gugatan perceraian pekerja migran wanita di
Desa Tenajar dilakukan ketika istri pulang dari luar negeri dan berada di
Indonesia. Dalam praktiknya mereka menggunakan bantuan lebe/P3N di desanya.
Adapun faktor yang melatar belakangi mereka menggunakan bantuan P3N atau
lebe adalah a) Kurangnya pengetahuan tentang cara mendaftarkan perkara di
Pengadilan Agama Indramayu. b) Ingin yang praktis tanpa harus repot
mengurusinya lebih baik mengeluarkan uang dari pada harus repot-repot
mengurusi perkaranya di Pengadilan Agama Indramayu. c) Pemahaman mereka
bahwa ketika menikah diurus oleh lebe maka ketika berceraipun mengurusnya ke
lebe. d) Tidak tahu jalan ke Pengadilan Agama.
| 50/HK/2018 | 50/HK/2018 | Perpustakaan FSH Lantai 4 | Tersedia |
Penerbit
Fakultas Syariah UIN Jakarta :
Jakarta.,
2018
Deskripsi Fisik
viii, 90 hal, 29cm
Pernyataan Tanggungjawab
-
Tidak tersedia versi lain